Pringsewu

Yayasan Mifthussyifa Diberitakan Miring; Mawardi Kesal Negini Katanya

Keterangan photo: Mawardi pengurus Yayasan Miftahussyifa Bengkulu Cabang Pringsewu.

PRINGSEWU LAMPUNG, SUMSELNEWS.COM-Menyikapi pemberitaan sebelumnya pengurus Yayasan Miftahussyifa Bengkulu Cabang Pringsewu, Provinsi Lampung yang beralamatkan di Jl.Gotong Royong Rt.04 Rw. 07 Kelurahan Pringsewu Barat Kecamatan Pringsewu Kabupaten pringsewu, Mawardi merasa kecewa dan tidak terima jika Yayasan Miftahussyifa dituding melakukan penipuan ataupun pembodohan terhadap publik/pasien.

Hal tersebut diungkapkan Mawardi disaat dikonfirmasi sumselnews.com via gadget WhatsApp beberapa waktu lalu

“Miftahussifa tidak melakukan penipuan dan bila melakukan penipuan tidak mungkin ada Cabang di berbagai wilayah. Kalau memang kami menipu otomatis ada pihak yg merasa di rugikan. Nyatanya yg berobat di miftahussifa semuanya senang yg di gurah mata ya langsung enak terang mata nya, habis gurah gak ad yg buta.  Jika miftahussifa menipu baik masyarakat sekitar baik Rt/Rw gak mungkin ngasih izin. Maaf bang sy mau kerja dlu,” katanya.

Sebagaimana sebelumnya diberitakan, disaat pelitajawabarat.com dan tim konfirmasi ke Yayasan Miftahussyifa 27/01/18 berdasarkan penjelasan Mawardi legalitas yayasan miftahussyifa dipertanyakan, dikarenakan belum terdaftar di dinas kesehatan kabupaten Pringsewu, dikarenakan menurut Mawardi izin di dinas kesehatan akan diurus bilamana hal tersebut memang diperlukan.

Legalitas menjadi pertanyaan ditambah lagi dengan pola praktek Pijat Refleksi Bio Energi yang menggunakan arus listrik yang diletakkan secara tersembunyi ditempat duduk ahli terapi (tabib) tanpa sepengetahuan pasien dan memakai air sebagai media penghantar sehingga disaat pasien dipijat aliran strum menjalar, selain itu untuk metode terapi Gurah Mata tiup yang menggunakan ramuan merica dengan cara dikunyah terlebih dahulu sesaat sebelum praktek dimulai, otomatis mata yang ditiup karena adanya hawa pedas merica akan terasa pedih dan hal itu menimbulkan sugesti tersendiri bagi sipasien seakan akan sang tabib menggunakan kekuatan Tenaga dalam, Kekuatan magic ataupun kekuatan spiritual yang dimiliki sang tabib. (Ifal/Ismail)

Iklan