Lampung Selatan

RASTA TAK LAYAK DIKOMSUMSI; BULOG GANTI BERAS

Kepala Desa Mekarmulya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Rasiwan menunjukkan beras untuk rakyat sejahtera (rastra) yang diduga tidak layak konsumsi, Sabtu (10/2/2018). 

LAMPUNG SELATAN, SUMSELNEWS.COM-Penyaluran beras untuk rakyat sejahtera (rastra) dinilai tidak layak konsumsi, sehingga aparat desa menunda penyalurannya. Menyikapi itu, Badan Urusan Logistik (Bulog) mengaku siap mengganti beras yang disalurkan kepada keluarga miskin itu.

Penundaan penyaluran rastra itu di lampung selatan dilakukan di dua desa, yakni palas jaya dan Mekarmulya, kecamatan palas. Beras yang dikirim dari Bulog subdrive Kalianda berkualitas buruk sehingga tidak layak konsumsi. Kepala Desa Palasjaya, Sutaji mengatakan desa yang dipimpinnya mendapatkan alokasi beras rastra 1,73 ton yang akan dibagikan kepada masyarakat tidak mampu secara gratis.
“Pada saat disalurkan Bulog Subdrive Kalianda, kami telah mengundang Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk melakukan penyerahan secara simbolis. Namun, setelah dicek satu per satu beras rastra memiliki kualitas tidak layak konsumsi,” kata Sutaji yang ditemui, Sabtu (10/2/2018).

Menurutnya, beras rastra yang mereka terima berwarna kuning, seperti menir, dan berasnya banyak hancur. Sehingga dia dengan disaksikan Bhabinkabtimas dan Babinsa terpaksa menunda menyalurkan rastra itu. Terpaksa kami tunda dulu penyalurannya. Kami enggak mau ada gejolak di masyarakat. Apalagi beras ini gratis untuk masyarakat. Kami khawatirkan efek negatif merusak nama kabupaten,” kata dia.

Hal senada diungkapkan Kepala Desa Mekarmulya, Rasiwan saat ditemui di kediamannya, kemarin. Dia mengaku menerima beras rastra sebanyak 3,2 ton dari Bulog Subdrive Kalianda, Jumat (9/2/2018). Beras rastra yang mereka terima dinilai tidak layak konsumsi.

“Masak saat kami terima beras berwarna kuning dan kotor. Bukan hanya itu, berasnya bau dan banyak yang hancur. Mengetahui itu kami langsung berkoordinasi dengan camat Palas. Akhirnya, beras rastra belum kami salurkan menunggu diganti Bulog Subdrive Kalianda,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Palas Rika Wati mengatakan pihaknya telah mendapatkan laporan langsung dari kepala desa setempat bahwa beras rastra yang mereka terima tidak layak konsumsi. Untuk itu, ia menginstruksikan beras rastra itu jangan disalurkan. Harapan kami untuk segera dilaporkan berapa banyak agar diganti dan konfirmasi ke Bulog Kalianda,” kata dia.

Menanggapi hal itu Kepala Bulog Divre lampung Muhammad Attar Rizal mengatakan temuan beras tidak layak yang terjadi di dua desa yang ada di kalianda, lampung selatan, sudah diatasi. Sudah diganti, begitu ada laporan dari masyarakat di sana, kita respons cepat langsung diganti, kami siaga 2 x 24 jam jika ada kendala,” ujarnya kemarin.

Menurut Kepala Bulog Subdrive Kalianda Rifki Pebriadi, rastra itu lolos dari sortiran, sehingga berwarna kuning dan hancur, Ini bukan kesengajaan. Tapi, beras rastra yang dikirim tidak layak konsumsi itu lolos sortiran di gudang,” ujarnya.(Jainal Arifin)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top