Beranda Berita Desa Proyek (PU) Anggaran Pemkab Pringsewu, diduga Asal Jadi di Lokasi ini

Proyek (PU) Anggaran Pemkab Pringsewu, diduga Asal Jadi di Lokasi ini

0

Ada dugaan proyek asal jadi di pekon ini, dalam pelaksanaan pembangunan proyek Irigasi rehabilitasi daerah irigasi Way Giri Tunggal  Pagelaran Utara.(dok_NZ-red)


PRINGSEWU – Pelaksanaan pembangunan proyek Irigasi Rehabilitasi Daerah Irigasi Way Giri Tunggal I, di Pekon Giritunggal Kecamatan Pagelaran Utara Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung, dengan alokasi dana bersumber dari Dana Alokasi Kusus (DAK) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pringsewu Tahun 2019, diduga asal jadi dalam pelaksanaan pekerjaan.
Gambar papan informasi proyek Rehabilitasi Daerah irigasi Way Giri Tunggal I .Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Kabupaten Pringsewu Tahun 2019.dok_NZ/red

Anggaran yang dikucurkan Pemkab Pringsewu untuk proyek tersebut senilai Rp.1.107.302.240, seperti yang tertera dipapan informasi dengan pelaksana pihak rekanan (CV.Beringin Mas) nomer kontrak 600/05/SP/AIR.DAK.02/PPK/D.03/2019,  diduga kuat dalam pelaksanaanya asal-asalan, karena dalam pengerjaan tidak mengindahkan aturan teknis pengerjaan yang sudah ditentukan.

Dari hasil informasi pengumpulan data dan pantauan tim awak media dilokasi, terlihat yakni dalam pekerjaan pemasangan batu, diduga tidak ditanam,  semestinya  ditanam minimal 10 cm, Kemudian, bahan baku semen juga terjadi dugaan adukan yang tidak sesuai juknis dan aturanya, dari informasi diketahui pelaksanaan dalam adukan yang sedang digarap  yakni 12 banding 1,  (dua belas pasir  takeran argo dan satu sak semen), seharusnya menurut aturan PU  (5 banding 1 ), hal ini juga diperkuat keterangan menurut  pekerjanya  sendiri, yang namanya enggan untuk di muat, sebut saja inisial (XA), Sabtu 31//8/2019.

  Pihak Dinas Pendidikan Pringsewu Segera Pelajari Atas Dugaan Adanya Salah Satu Guru; Pemberhentian Gaji PNS Yang Tidak Mendaftar e-PUPNS Tahun 2015, Maaih Dapat Dicairkan?
Dok.red/NZ. Gambar adukan semen saat pelaksanaan pekerjaan proyek irigasi ini.

Hal yang lebih aneh, Saat dikonfirmasi terkait hal ini oleh awak media, Rahmat yang merupakan pengawas proyek dari pihak rekanan, mengakui tidak mengetahui RAB proyek pembangunan tersebut. “Saya cuma disuruh, pak Iwan ( Pemilik proyek) cuma disuruh nunggu orang kerja,”ujarnya.

Bahkan pengawas  Rahmat, sempat menyodorkan sebuah amplop kecil berisi sejumlah uang, kepada awak media ini agar hal  ini tidak diberitakan, namun kita tolak. hal ini yang membuat para awak media  lebih serius dalam pencarian informasi data terkait pekerjaan proyek tersebut. Dugaan kuat ada hal yang ditutupi sehingga media sebagai cermin informasi pembangunan pemerintah, tidak di perbolehkan untuk melakukan penayangan informasi ke masyarakat.

Untuk diingat kembali bahwa anggaran yang begitu besar di kucurkan pemerintah adalah bersumber dari uang rakyat dan untuk pembangunan serta untuk kesejahteraan bagi rakyat, maka sangat disayangkan, bila dalam pelaksanaan pembangunan  ini, terjadi dugaan pekerjaan yang asal jadi. Kembali pekerjaan rumah (PR) bagi pihak instansi terkait untuk memeriksa sesuai kewenangan apa yang sudah menjadi tugas, dan pelayanan masyarakat.

Sangat disayangkan sampai di terbitkan berita ini, pihak rekanan (Iwan_), seperti yang juga disampaikan pengawas dilokasi proyek, saat kami hubungi via handphone untuk konfirmasi lebih lanjut,  pihak rekanan tidak aktif.

(NZ/Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here