Beranda LAMPUNG WAY KANAN Salah Satu Oknum Anggota DPRD Way Kanan Terjerat Narkoba, Ini Langkah Terbaru...

Salah Satu Oknum Anggota DPRD Way Kanan Terjerat Narkoba, Ini Langkah Terbaru Polda Lampung

52
0

WAY KANAN, (lampung.sumselnews.com) – Hingga saat ini Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung Tengah melakukan gelar perkara guna menentukan nasib oknum Anggota DPRD Way Kanan, yang tertangkap tangan usai berpesta sabu di kediamannya di Bumi Harta Way Kandis Tanjung Senang, Sesuai berita ini dilansir dari Tribun.co

Direktur Reserse Narkoba Komisaris Besar Shobarmen menuturkan, Pihaknya masih menggelar kasus narkotika yang menjerat oknum anggota dewan dan mantan anggota Korem 043/Garuda Hitam ini.

“Masih digelar secara internal dulu di Direktorat Narkoba, tapi dari hasil gelar yang sangat alot tadi dari pendapat-pendapat penyidik yang kami undang termasuk Kabag Wasidik yang membidangi terkait penyidikan belum bisa menyimpulkan status mereka,” ungkap Barmen, Senin 16 Juli 2018.

Barmen pun menuturkan apabila dalam kasus ini setidaknya telah menjerat lima orang, diantaranya oknum anggota DPRD Kabupaten Way Kanan berinisial HRD, IM, mantan anggota TNI Kaisar Syakir, Rojali, dan Andy Wijaya.
“Untuk tiga orang yakni Kaisar Syakir, Rojali, dan Andy Wijaya, didapati barang buktinya, sehingga statusnya sudah sebagai tersangka karena memang saat ditangkap didalam badannya kami temukan barang bukti narkoba,” ungkapnya.

Namun Barmen mengaku masih ngambang saat menentukan status oknum anggota DPRD Way Kanan HRD dan IM lantaran saat ditangkap tidak didapati barang bukti narkoba.
“Sampai jam ini kami belum bisa menyimpulkan untuk status kedua orang yang kami tangkap, yakni HRD dan IM, karena keduanya tidak ada barang bukti,” tukasnya.

Untuk itu, Barmen mengaku akan menggelar kembali besok untuk menentukan status keduanya.
“Memang saat kejadian, keduanya menggunakan (Sabu) bersama-sama, maka ini masih kami coba carikan formasinya atau formula hukumnya seperti apa untuk menentukan status mereka,” paparnya.

Kata Barmen, pada gelar perkara besok, pihaknya akan mengundang dari bidang hukum, yakni Propam termasuk dari pengawasan Polda untuk membantu dalam menentukan status keduanya.

“Ini kami lakukan supaya langkah-langkah kami tidak salah, kami juga tidak mau salah langkah, agar langkah kami bisa di bertanggungjawab secara legal, kemanusian dan kepada publik.

“Sebab gelar pekara yang sudah dilaksanakan tiga hari ini masih ada keraguan untuk menentukan dua orang ini, maka dari itu kami minta bantuan bidang hukum polda, agar kita tidak salah arah,”tandasnya.(Darmawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here