Beranda LAMPUNG Pringsewu Diduga Sepihak Hasil Keputusan Sidang Penceraian, Termohon Tak Hadir Dipersidangan

Diduga Sepihak Hasil Keputusan Sidang Penceraian, Termohon Tak Hadir Dipersidangan

58
0

PRINGSEWU, Lampung.SumselNews.com – Diduga pengadilan Negri Agama Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung keputusan sepihak proses persidangan tergugat cerai.

Hal ini dikatakan Rizki Tiara ibu rumah tangga salah satu warga Pekon Bandung Baru yang kini penuh pertanyaan dengan dirinya yang tiba-tiba dinyatakan janda. Pada awalnya Rizki Tiara, Rabu (8/8/2018) dikediamannya kepada awak media bahwa dirinya kaget saat mengetahui cerita dari beberapa teman akrapnya, salah satunya Ifnu warga sidoharjo waktu itu, ” kata dia.

“Terkait itu langsung pada hari, Kamis (02/8/2018) ke Kantor Pengadilan Agama Pringsewu, langsung dengan salah satu staf Pengadilan Agama seorang ibu-ibu bahwa Akte Cerai ibu sudah jadi ko, hari ini bisa diambil ko bu, ungkap Rizki Tiara Putri yang menirukan ungkapan dari salah satu stap pegawai Pengadilan Negri Agama waktu itu.

Dengan jelas Ibu Rizki Tiara Putri sepenuhnya mengatakan, “Atas kejadian yang terjadi kepada saya yang bahwasanya saat ini saya telah diputuskan pihak Pengadilan Agama Pringsewu sebagai singgel feren, sesuai informasi dari proses persidanga penceraian dari Pengadilan Negri Agama yang saya terima dari salah satu Staf Pegawai Kantor Pengadilan Agama Pringsewu waktu itu,” tegas Rizki Tiara Putri kepada awak media saat menghimpun informasi ini.

“Ditambah lagi 4 surat panggilan dari Kantor Pengadilan Agama Pringsewu yang pertama Pada Kamis, Tertanggal (24/4/2018) atas nama Yudi Afrizal, S.Sos sebagai Jurusita pada Penggadilan Agama Tanggamus, Guna memenuhi perintah dari Ketua Majelis Hakim tanggal 23 April 2018 tertulis pada surat panggilan (RELAAS).

Akan tetapi kenyataannya sehelai salinan surat-surat panggil yang dikirimkan semunya itu sama seali tidak ada yang disampaikan oleh pihak Pengadilan Agama dan serta aparatur Pekon, itu tidak ada yang memberikan kepada saya,” tegas ibu Rizki.

Di lain pihak Kepala Pekon Bandung Baru, Kecamatan Adiluwih Hadi Sutrisno (57), Pada, Rabu (8/8/2018), di ruang kantornya, dengan tegas dan menggakui atas tanda tanggan yang dibubuhi Cap Stempel Kepala Pekon Bandung Baru pada sehelai Surat Panggilan (RELAAS) ke – Dua (II), Pada, Jumat (18/5/2018) Nomor: 0493/Pdt.G/2018/PA,Tgm dan sehelai Surat Panggilan (RELAAS) yang ke – (III) dengan Nomor: 0493/Pdt.G/2018/PA.Tgm. ia benar saya yang meneriman dan menandatangani berikut cap stempel yang terlihat di lembaran surat-surat panggilan ini, tapi jujur kalau tulisan tangan yang mengatakan (termohon, karena termohon tidak di kenal di pekon tersebut selanjutnya RELAAS ini disampaikan kepala pekon) dan pernyataan di surat panggilan ke-Tiga yang menyatakan(termohon,maka surat saya sampaikan kepada kepala pekon dan menurut keterangan kepala pekon alamat tersebut diatas tidak jelas dan lengkap), kata Hadi Sutrisno dengan tegan.

“Penuh harapan, Hadi Sutrisno menyampaikan agar pihak penggadilan jangan croboh, harus betul-betul teliti. harus disesuaikan dengan data-data KTP, KK dan lain-lain yang dianggap sebagai sarat, seperti ini warga saya sendiri yang menjadi korban persidangan penceraian, ia kan,” tutupnya.(Team)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here